Senin, 26 November 2012 - 09:40:38 WIB
FKIP Untirta Rayakan Hari Guru dengan Seminar Nasional
Diposting oleh : Adh@ilhami
Kategori: Kampus - Dibaca: 623 kali

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Untirta merayakan Hari Guru Nasional dengan menyelenggarakan Seminar Nasional yang bertepatan dengan tanggal 25 November 2012, di Auditorium Gedung B. Seminar Nasional Hari Guru ini mengambil tema "Reposisi Peran dan Kiprah Guru dalam Merespon Tantangan dan Peluang Masa Depan untuk Membangun Indonesia Maju Melalui Pendidikan Bermutu". 

Adapun pembicara yang hadir dalam acara ini antara lain:

  1. Prof. Dr. H. Sunaryo Kartadinata, M.Pd. (Rektor UPI/Ketua LPTKI)
  2. Prof. Dr. H. Sholeh Hidayat, M.Pd. (Rektor Untirta)
  3. Drs. Hudaya (Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten)
  4. H. Odjat Sukarjat, S.H.I., M.B.A. (Ketua PGRI Provinsi Banten)

Dekan FKIP dalam sambutannya pada acara ini menyampaikan bahwa sorotan terhadap guru dari pemerhati pendidikan terkait kualitas pendidikan, diharapkan dapat dicarikan solusinya pada seminar ini. Selain itu, sertifikasi guru dan uji kompetensi yang selama ini menjadi kesulitan tersendiri bagi guru perlu juga dibahas. Belum lagi kurikulum 2013 yang sudah didepan mata. Oleh karenanya Dekan FKIP, Drs. H. Suherman, M.Pd., mengingatkan guru untuk dapat meningkatkan kompetensinya agar siap dan mampu mengimplementasikan kurikulum 2013. Pada kesempatan itu, Dekan FKIP juga menyampaikan bahwa FKIP Untirta sedang mempersiapkan Pendidikan Profesi Guru untuk kedepannya.

Prof. Dr. H. Sholeh Hidayat, M.Pd., Rektor Untirta, dalam sambutannya sekaligus membuka acara seminar nasional ini, menyampaikan bahwa hari ulang tahun Guru ke-67 yakni yang bertepatan dengan tanggal 25 November 2012 adalah persis 100 hari setelah kemerdekaan 17 Agustus 1945. Saat ini pemerintah telah menetapkan guru sebagai profesi dan berupaya meningkatkan kesejahteraan guru, namun efek dari ini harus dicermati bersama dan berujung pada pertanyaan bagaimana peningkatan mutu pendidikan. Pada kesempatan itu, Rektor juga menyampaikan bahwa Guru Bukan Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, namun saat ini Guru adalah Pahlawan Pembangun Insan Cendikia.

Prof. Dr. H. Sunaryo Kartadinata, M.Pd. (Rektor UPI/Ketua LPTKI) dalam paparannya menyampaikan 5 poin penting yaitu:

  1. Secara hipotetik Indonesia Generasi 2045 dapat dirumuskan sebagai manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME yang memiliki kecakapan berpikir tinggi disertai penguasaan teknologi yang meletakan dasar pemanfaatan ilmu dan teknologi pada nilai dan etika kultural.
  2. Pendidikan harus dilaksanakan untuk mempersiapkan manusia Indonesia generasi 2045 dengan "Pendidikan Perkembangan dalam Seting Pembudayaan"
  3. Peran Pendidikan Nasional dalam mempersiapkan generasi 2045 harus dirumuskan dalam Kerangka Kerja Sistem Pendidikan Nasional secara komprehensif yang menggambarkan konsistensi antara pemaknaan landasan filosofis yuridis dengan kebijakan, regulasi, dan implementasi yang didukung oleh sistem manajemen pendidikan yang profesional dan riset yang berhasil guna dan dengan menempatkan nilai-nilai dan warisan budaya sebagai bagian dari proses pembudayaan manusia Indonesia Generasi 2045.
  4. Kunci awal kebermutuan pendidikan tenaga pendidik adalah revitalisasi LPTK yang bersifat menyeluruh.
  5. Pembinaan dan pengelolaan profesionalisme guru saat ini dipandang masih sangat birokratis dengan arah program yang tidak terencana secara jelas apalagi sistematis dan pengembangan profesionalisme guru menjadi sangat terfragmentasi. Oleh karenanya harus dilakukan oleh institusi yang independen yang disebut dengan Majelis Keguruan Indonesia (MKI) untuk mengawal mutu dan manajemen ketenagaan guru berbasis profesi, dan tidak berbasis birokrasi, mulai dari sistem rekrutmen, pendidikan dan kelembagaannya, dan pembinaan profesi guru di lapangan.

Semua itu disampaikan dalam rangka untuk menciptakan generasi manusia Indonesia dalam menyongsong 100 tahun kemerdekaan RI. Rektor UPI mengingatkan pada semua yang hadir, bahwa "Suatu proses pendidikan tanpa tahu profil manusia yang akan dibangun, maka akan terasa hampa".

Sebagaimana yang telah kita ketahui bersama, prediksi banyak pihak menyatakan bahwa Indonesia adalah salah satu negara yang suatu saat akan memimpin dunia. Untuk itu kita perlu mempersiapkan diri untuk mewujudkan hal tersebut, dan ini dimulai dari pendidikan, dimana Untirta merupakan bagian di dalamnya.