Selasa, 22 Mei 2012 - 13:37:57 WIBSebuah Renungan Singkat di Hari Kebangkitan Nasional…
Diposting oleh : Adh@ilhami
Kategori: Kampus - Dibaca: 957 kali
Kebangkitan Nasional diperingati oleh bangsa Indonesia pada setiap tanggal 20 Mei setiap tahunnya. Momen penting seperti hari Kebangkitan Nasional seperti ini adalah peluang bagi pemerintah dalam hal ini negara untuk kembali mengingatkan kepada bangsanya, rakyatnya, dan kepada diri sendiri untuk menyadari hakikat nasionalisme di tengah-tengah masyarakat yang makin pragmatis dengan berorientasi kepada materi semata. Dan juga menjadi momen yang penting bagi diri kita pribadi untuk kembali mengingatkan peran dan tanggungjawab kita sebagai bagian dari suatu bangsa.
Kebangkitan Nasional diawali dengan berdirinya Boedi Oetomo (20 Mei 1908) lalu kemudian diperkuat lagi dengan Sumpah Pemuda (28 Oktober 1928), telah lebih dari 100 tahun yang lalu bangsa ini menyadari berdiri sebagai satu bangsa yaitu Bangsa Indonesia. Hakikatnya, suatu bangsa didefinisikan oleh Ernest Renan (Perancis) bangsa terbentuk karena adanya keinginan untuk hidup bersama dengan perasaan kesetiakawanan yang agung. Sementara oleh Ratzel (Jerman) didefinisikan sebagai hasrat bersatu (paham geopolitik), dan menurut Otto Bauer (Jerman) adalah kelompok manusia yang berkarakter dan tumbuh karena adanya kesamaan fisik.
Dari definisi yang ada di atas, maka perlu kita bercermin kepada diri kita sendiri, dan perlu bertanya kepada diri kita sendiri, apakah kita sudah hidup sebagai bagian dari suatu bangsa? Apakah kita ingin hidup bersama dan bahagia bersama dengan orang di sekitar kita? Apakah kita sudah menunjukkan kesetiakawanan kita kepada orang di sekitar kita? Dan apakah kita memiliki hasrat untuk saling bersatu memajukan bangsa kita?
Pertanyaan-pertanyaan di atas perlu untuk direnungkan, sebab jika kita melihat bangsa ini, bangsa kita, yaitu bangsa Indonesia, kita dengan miris melihat kenyataan yang pahit yang ada di sekitar kita. Pembunuhan oleh negara tetangga terhadap WNI, penyiksaan terhadap TKW kita, hingga ke hal kecil dalam berkendaraan (saling serobot dan tidak memberikan jalan). Adakah semua itu menunjukkan bahwa bangsa Indonesia merasa sebagai satu bangsa? Tentu pertanyaan tersebut sulit dikatakan ya jika kenyataannya sebaliknya.
Untuk itu, marilah semangat berbangsa kita bangun dari lingkungan yang paling sederhana, yaitu lingkungan rumah tangga, atau lingkungan kerja. Marilah kita bangun rasa kebersamaan, saling menghormati, dan saling mempercayai dengan sama-sama berpikiran positif dan konstruktif, karena kita adalah satu bangsa, yaitu Bangsa Indonesia. Bangsa yang telah disadarkan kebangsaannya hampir 104 tahun yang lalu. Mari kita tunjukkan bahwa kita bangsa yang besar, dimana bangsa yang besar di dalamnya ada jiwa-jiwa yang besar dari setiap individu yang membentuk bangsa, yaitu diri kita. Insya Allah dengan kekuatan berbangsa dari lingkungan yang kecil, maka secara otomatis lingkungan yang lebih besar akan terbentuk semangat kebangsaan, hingga sampai saatnya bangsa kita bangsa Indonesia akan kembali dikenal sebagai bangsa yang berwibawa, bermartabat, dan disegani….











Pengunjung hari ini
Total pengunjung
Pengunjung Online